Breaking News

ACT DIY Bantu UMKM Melalui Wakaf Modal Usaha Mikro


Yogyakarta, (suaragunungkidul.net)--Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY kembali menyalurkan program bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM). Bantuan wakaf modal usaha tersebut diperuntukkan untuk membantu para pelaku usaha kecil agar usahanya tetap bisa berjalan selama pandemi Covid-19, Rabu (23/09/2020).

Menurut Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto, WMUM merupakan salah satu program masterpiece dari ACT dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. Program ini ditujukan untuk pelaku usaha ultra mikro yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19. Program tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pinjaman pelaku usaha kepada rentenir yang selama ini menjadi beban karena tingginya suku bunga, serta membuat para pelaku usaha rentan terjerat hutang yang tidak berkesudahan.

"Skema bantuan wakaf modal usaha tersebut berupa dana wakaf bergulir. Para penerima manfaat yang telah menerima wakaf modal dapat mengembalikan dana wakaf tesebut ketika sudah dianggap mampu mengembalikannya tanpa adanya bunga,"ujarnya.

Selain penyerahan wakaf modal usaha, nantinya para pelaku UMKM juga akan diberikan pendampingan yang telah disiapkan ACT agar usaha yang berjalan dapat lebih berkembang. 

“Wakaf modal usaha itu bukan hanya tentang pemberian wakaf modal usaha kepada pelaku UMKM, namun diharapkan program itu juga mampu memberikan keberlanjutan dan kemajuan usaha bagi pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi dengan memberikan pendampingan secara berkala,” jelas Bagus. 

Bertempat di Masjid Al Iman, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Sleman, bantuan wakaf modal usaha ini diberikan kepada 10 pelaku UMKM, yang keseluruhannya adalah pedagang kecil. Dalam acara serah terima bantuan tersebut masing-masing mendapatkan bantuan wakaf modal usaha sebesar Rp 1 hingga Rp 2 juta rupiah. 

Takmir Masjid Al Iman Sutrisno dikesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ACT atas program WMUM tersebut. Program ini dinilai sangat tepat untuk saat pandemi Covid-19.

"Insyaallah bisa menghindarkan masyarakat dari jerat rentenir," ungkapnya.

Tidak ada komentar