Breaking News

Pedagang Argosari Tolak Kenaikan Restribusi


Wonosari,(suaragunungkidul.net)--Sejumlah pedagang pasar menggelar aksi penggalangan tanda tangan menolak kenaikan retribusi Pasar pada Selasa (29/9/2020). Para pedagang pasar tersebut keberatan dengan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2020.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pengurus Unit Kerja Pasar Argosari, Yuli Saptono mengatakan bahwa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kabupaten Gunungkidul, beberapa waktu menyampaikan kenaikan retribusi 100 persen akhirnya diturunkan menjadi 30 persen. Sesuai perda nomor 4 tahun 2020 per bulan September harus disampaikan kepada Bupati Gunungkidul.

"Tidak elok rasanya dilakukan kenaikan retribusi sebesar itu, ditengah pandami covid-19 saat ini,"Yuli Saptono. 

Ditambahkannya,  bahwa ditengah pandemi saat ini pedagang pasar pun juga merasakan dampak yang luar biasa secara ekonomi. Kenaikan retribusi akan mnambah beban para pedagang yang omzetnya menurun drastis. 

LSM Pendamping dari Gunungkidul Coruption Watc (GCW) Dadang Iskandar melaksanakan aksi penggalangan tanda tangan dari para pedagang pasar, yang nantinya akan di sampaikan ke DPRD kabupaten Gunungkidul bersaman dengan surat resmi tentang penolakan retribusi dari para pedagang untuk dapat di sampaikan kepada Bupati.

"Saya mewakili pedagang pasar menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada Dewan, dan apapun hasilnya nanti kita akan menerima," Tandas Yuli.

Terpisah perwakilan LSM GCW Dadang Iskandar menyatakan bahwa apa yang diperjuangkan oleh para pedagang pasar ini cukup beralasan. 

Dimana sebelum adanya Pandemi Covi-19 ini juga pernah terjadi kenaikan retribusi namun tidak ada penolakan dari pedagang. Dan diharapkan kedepan pihak-pihak terkait dapat merevisi lagi aturan-aturan yang dirasa membebani pedagang.

"Untuk menaikka retribusi mbok yo nunggu sampai pandemi ini berakhir dulu, agar perputaran ekonomi stabil dulu, sehingga pedagang tidak menjerit karena terbebani oleh kenaikan retribusi," Punkasnya.

Eka Wahyu

Tidak ada komentar