Breaking News

Penggunaan Kartu Tani Untuk Mendapatkan Pupuk Bersubsidi Justru Mempersulit Petani

Rongkop,(suaragunungkidul.net)--Rencana pemerintah untuk memberlakukan sistem gesek kartu tani mulai awal September 2020 dikhawatirkan akan mempersulit petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi. Pemberlakuan tersebut sesuai keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian Nomor 491 pada 19 Agustus 2020 lalum

Pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL) warga Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop Krista Budi Widiyarta menyatakan belum semua petani memiliki kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi seperti yang di harapkan. Dengan demikian hal tersebut bakal menyulitkan petani dalam mempersulit para petani.

"Di Padukuhan Duwet, Kalurahan Karangwuni, belum ada petani yang mendapat kartu tani," Jelasnya, Jum'at (25/09/2020)

Lanjut Budi, bahwa dirinya mendapatkan Elektronik Data Capture (EDC) baru sekitar seminggu yang lalu. Namun demikian kartu tani baru dapat digunakan pada hari ini. 

"Padahal petani sudah mengisi tabungan ke Bank, akan tetapi kemarin saat akan di gunakan untuk proses transaksi, kuota dalam kartu tani masih kosong,"katanya.

Melihat kondisi tersebut, Budi mempertanyakan kepada sesama pengecer melalui group whatsapp, dari informasi yang dia dapat bahwa hal tersebut terjadi karena kesalahan pada server yang di miliki Bank BRI.
Dalam hal ini Budi menilai, bahwa dengan diberlakukanya kartu tani tersebut justru mempersulit petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Selain itu dia juga beranggapan bahwa penggunaan kartu ini juga berdampak bagi pengecer. Dengan terjadinya error pada server, sehingga terjadi penumpukan stok pupuk di pengecer.

"Pengecer tidak memiliki kewenangan apa-apa, dan saat terjadi kesalahan inputpun kami juga yang harus menanggungnya," Pungkas Budi.

Eka Wahyu

Tidak ada komentar