Breaking News

BMKG Prediksi Badai La Nina Mengancam Wilayah Gunungkidul

Gunungkidul, (suaragunungkidul.com)--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi adanya fenomena badai La nina yang akan berlangsung di bulan Oktober 2020. Tak terkecuali Kabupaten Gunungkidul secara geografis merupakan daerah perbukitan menjadi salah satu wilayah yang terdampak.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi kelas IV DIY, Reni Kraningtyas  mengatakan bahwa, La Nina sendiri merupakan fenomena alam yang terjadi karena peningkatan suhu pada permukaan Samudera Pasifik timur dan tengah.

Dampak dari adanya La Nina ialah terjadinya peningkatan suhu kelembapan pada lapisan atmosfer di atas perairan sehingga membentuk awan dan dapat meningkatkan curah hujan.

"Fenomena ini ditandai dg mendingan nya suhu muka laut di wilayah perairan Pasifik bagian  tengah disekitar equator, saat ini terpantau anomali suhu muka lautnya -1.02° C, dan saat ini masih tergolong dalam fase fenomena La Nina lemah," Jelas Reni, Rabu (21/10/2020).

La Nina ini sendiri sampai bulan Februari 2021 diprediksi akan berkembang menjadi La Nina moderat (sedang) dan berangsur akur akan meluruh.
Dengan adanya fenomena la Nina lemah hingga sedang di wilayah DIY, maka umumnya akan terjadi hujan setiap hari.

" Akan terjadi peningkatan intensitas curah yang signifikan," tandasnya 

Sehingga jika diakumulasi curah hujan bulanan bisa diprediksikan bisa bertambah hingga 40 % dari biasanya. 
Fakta berikutnya dari La Nina ialah terjadinya potensi bencana alam seperti hidrometeorologi yang merupakan bencana berkurangnya debit air dan statistik curah hujan hingga bajir dan tanah longsor.

"Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada terhadap bencana yang bisa terjadi kapanpun, sehingga nantinya bisa mengantisipasi adanya fenomena La Nina dengan memanfaatkan data meteorology dan melakukan mitigasi bencana," pungkasnya.

Eka Wahyu

Tidak ada komentar