Breaking News

Budidaya Jamur Janggel Jagung, Bisnis Yang Menjanjikan Dimasa Pandemi Covid-19


 Playen, (gunungkidulsuara.com)--Edi Supadmo warga Padukuhan Tanjung 1, Kalurahan Bleberan, Kepanewon Playen memanfaatkan limbah Janggel Jagung menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Disaat kondisi pandemi Covid-19 Edi akhirnya menemukan sebuah ide pengembangan bisnis pertanian dengan modal kecil namun hasilnya menjanjikan.


Ditemui dikediamannya Edi mengatakan bahwa, oleh para petani janggel jagung biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan.  Dengan pengalamannya sebagai pegiat pertanian, pria berambut gondrong itu akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan hasil panen tanaman jagung di yang sangat melimpah untuk disulap menjadi pundi - pundi rupiah. 

"Jamur janggel jagung ini waktu panennya pendek, bisa kontinyu dan hasilnya juga lumayan. Per kilo dijual ke pasar harganya Rp 27.000, "ujar Edi Supadmo, Sabtu (03/10/2020). 

Menurutnya,  selain sudah berpengalaman di bidang pertanian tata cara budidaya jamur janggel jagung diperolehnya dengan cara browsing di internet. Agar menghasilkam jamur yang baik,  prosesnya pun juga sangat mudah. Edi menjelaskan yang harus dilakukan pertama adalah membuat bedengan menggunakan terpal berbentuk persegi panjang berukuran 1 x 5 meter.

"Bedengan itu diberi rangka tepi dengan tinggi 50 cm.  Sementara alas bawah berupa karung goni,  ini bertujuan untuk menjaga kelembaban,"imbuhnya. 

Tidak pelit ilmu,  mantan Pendamping Lokal Desa (PLD) juga menjelaskan, setelah papan selesai barulah janggel jagung disebar denga estimasi per bedeng sebanyak 5 karung janggel. Setelah tertata rapi,  barulah janggel ditaburi ramuan campuran berupa katul, urea dan ragi yang ditumbuk halus.

"Setelah ditaburkan lalu disiram menggunakan air sebanyak 10 liter. Setelah itu ditutup dengan mulsa plastik. Selama tujuh hari disiram air setiap pagi dan sore hari, "katanya. 

Lanjut Edi memaparkan,  dalam kurun waktu 7 hari jamur janggel jagung dapat dipanen saat pagi dan sore hari.  Setiap bedeng dapat menghasilkan 2 kilogram dengan harga per kilo dijual ke pengepul Rp 27.000.

"Tinggal mengkalikan saja hasilnya kalau kita budidaya sebanyak 5 bedeng.  Satu bedeng dapat bertahan selama satu bulan, "terang Aktivis Resan Gunungkidul

Tidak ada komentar