Breaking News

Debat Cabup Putaran Pertama, BW Sepakat Dengan Immawan Wahyudi Tentang Data Kemiskinan

Yogyakarta, (gunungkidulsuara.com)--Debat publik Calon Bupati Gunungkidul yang dilaksanakan pada Selasa malam (27/10/2020) menjadi perhatian warga masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Pada debat publik yang diselenggarakan oleh KPU di studio TVRI itu mengambil tema mengatasi kemiskinan dan tentang desa. 

Cabup Nomor urut 2 Bambang Wisnu Handoyo dan Cabup nomor urut 3 Immawan Wahyudi sepakat dengan pembaharuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal tersebut disampaikan BW ketika sapaan akrabnya menanggapi jawaban Immawan Wahyudi tentang isu bantuan sosial yang meluncur lebih jauh dari perkiraan. 

"Kita tentu paham, pendamping PKH perjuangan mereka. Tetapi saat isu tentang Bansos ini meluncur jumlahnya lebih jauh dari perkiraan jumlah Kepala Keluarga di Gunungkidul. Terus sebaiknya bagaimana ini pak Im?, "tanya Bambang. 

Menanggapi hal tersebut, Immawan Wahyudi menyampaikan bahwa,  pihaknya sudah mengusulkan ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke X tentang data tersebut.  Dia meminta agar data jangan Top Down,  namun bottom up,  sehingga angga kemiskinan tersebut bisa rasional. 

"Masa angkanya yang jauh lebih ngerti daripada yang dekat. Contohnya PKH kita tidak sampai 7.000 tahun 2015, tiba-tiba dikasih lebih dari 15.000. Memang Kepala Dinasnya senang karena merasa memberi, tapi kok tidak lewat Bupati,"ujar Immawan. 

Menurut Mantan Wakil Bupati dua periode itu, jika hal seperti ini terjadi maka yang menjadi sasaran adalah Lurah dan Dukuh. 

"Pak Kades dan Pak Kadus di oyak warganya. Data ini penting untuk dimulai lagi, yang kedua data yang sudah ada ini harus kita sinergikan sehingga isu kemiskinan itu isu Sentral Pemerintahan sesuai dengan pembukaan konstitusi mensejahteraan Umum, bukan isu parsial,"terang Immawan. 

Menanggapi jawaban Immawan Bambang Wisnu hanya manggut - manggut dan merasa sepajat dengan apa yang disampaikan Immawan. 

"Kayaknya saya bersepakat dengan pak Im, jika data DTKS itu perlu pembaharuan,"tambah Bambang. 

Sementara itu Bambang Wisnu Handoyo menyebut belum pernah berita kematian di Gunungkidul karena kekurangan air.  Hal tersebut disampaikan oleh BW sapaan akrabnya saat menjawab pertanyaan Calon Bupati nomor urut 4 Sunaryanta.

"Permasalahan air di Gunungkidul dan infrastruktur saat ini masih berduyun - duyun subsidi, ini bagaimana ke depan Gunungkidul khususnya wilayah selatan,"tanya Sunaryanta.

Atas pertanyaan tersebut Bambang Wisnu Handoyo menjawab bahwa, belum pernah ada berita tentang kematian di Gunungkidul karena kekurangan air. Menurut Bambang, ternyata sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu air di Gunungkidul yang katanya menjadi masalah.

"Artinya apa? kalau sampai puluhan tahun itu menjadi masalah itu bukan masalah. Ketangguhan masyarakat masalah air, maka itu perlu mendapatkan perhatian. Air bukan masalah 
dalam konteks pengadaannya, 
cuma pola perilaku kita yang perlu mendapat perhatian untuk mendapatkan bagaimana komunitas itu mencintai air,"jawab Bambang.

Debat publik yang dipandu oleh presenter Ferry Anggara semakin menarik ketika seluruh Calon berbalik melontarkan pertanyaan.  Dalam kesempatan yang sama Bambang Wisnu mempertanyakan kepada Sunaryanta tentang visi misinya secara spesifik tentang peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara real. 

"Banyak hal yang didapat dari Desa (Kalurahan). Melihat potensinya terlebih dahulu, potensi Desa itu ada apa, sekarang banyak Desa yang memiliki potensi budaya, destinasi wisata baru kemudian jasa, banyak para pelaku UKM,"kata mantan anggota TNI itu.  

Sunaryanta menambahkan, budi daya yang ada seperti peternakan, perikanan dan yang lain disebutnya dapat menjadi pendapatan dari Desa itu sendiri. 

"Perlu dan penting sinergi antara pelaku dan para Kepala Desa sebagai pemangku wilayah di tempat tersebut,"imbuhnya. 

Sementara Cabup nomor urut 1 Sutrisna Wibawa memberikan pertanyaan kepada Cabup nomor urut 2 Immawan Wahyudi. Cabup bergelar profesor itu mempertanyakan strategi mengatasi kemiskinan di Gunungkidul.

"Bagaimana perencanaan bapak kedepan untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,"tanya mantan Rektor UNY itu. 

Wakil Bupati dua periode itupun menjawab bahwa, mengatasi kemiskinan yakni harus mengikuti rumus logika yakni diberikan kemampuan untuk memperoleh pendapatan dan mengurangi pengeluaran. 

"Tetapi persoalannya adalah bagaimana pendapatan itu diperoleh dan pengurangan itu dilakukan. Pendapatan diperoleh tentu harus melakukan pengembangan skill,"beber Immawan. 

Cabup yang diusung oleh Partai Nasdem itupun berbalik bertanya kepada Cabup nomor urut 1 Sutrisna Wibawa.  Immawan Wahyudi mempertanyakan kebijakan Sutrisna jika nantinya terpilih tentang deskresi dalam konteks anggaran. 

"Melihat dari program Bapak hebat - hebat banget. Tetapi memerlukan anggaran yang besar mengingat keterbatasan anggaran Gunungkidul yang Cupen (terbatas),"tanya Immawan. 

Mendapatkan pertanyaan tersebut Sutrisna Wibawa memberi jawaban bahwa Bupati bersama DPRD harus membicarakan bersama kebijakan terkait dengan pengalokasian anggaran. Dia memberi contoh, jika anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terbatas dalam penanganan Covid-19, maka dana pembangunan fisik perlu adanya penggeseran. 

"Untuk persoalan menangani Covid-19 ini penanganannya tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi dari sisi keterpurukan ekonomi. Disitulah peran Bupati melakukan deskresi penganggaran. Kita carikan peluang investasi dari luar, sehingga posisi anggaran rutin ini bisa untuk prioritas, "ucap Sutrisna Wibawa.

Tidak ada komentar