Breaking News

Diberhentikan Sepihak, ASN Disdikpora Akan Berjuang Melalui PTUN

Wonosari, ( suaragunungkidul.net)_Oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang sebelumnya bertugas sebagai Pengadministrasi Kependidikan Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Sekolah Dasar Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Korwilcam Kapanewon Semanu), Antonius Piyatna warga Padukuhan Pokdadap, RT 01/10, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, mendapatkan sanksi disiplin berupa Pemberhentian Dengan Hormat tidak atas permintaan sendiri.

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor: 04/ UP/ Kep.D/ HK/ D.4/ 2020, sanksi tersebut diberikan kepada Piyatno lantaran yang bersangkutan telah melanggar Pasal 3 angka 11 Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS yaitu tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 106 (seratus emam) hari yang terakumulasi dari awal bulan Januari sampai dengan 18 Agustus 2020.

Antonius Piyatna pada Rabu (7/10/2020) beranggapan bahwa sanksi yang diberikan kepadanya tersebut diduga di putuskan secara sepihak saja. Dia mengakui jika sebelumnya memang sudah pernah mendapatkan pembinaan dan pemeriksaan indisipliner. Namun saat itu dia menyatakan tetap ingin memperbaiki kinerja dan tetap bekerja sebagai ASN.

Disampaikan pula bahwa selama bulan Januari sampai bulan Agustus tersebut tidak terus menerus melakukan mangkir kerja. Dia tetap melaksanakan Mobile Presensi untuk ASN.

"Saya tetap absen dan melakukan mobsi. Tapi mobsi saya sampai dinas atau tidak, saya juga kurang paham." ungkapnya

Bahkan ketika android yang digunakanya rusak akibat terjatuh, Piyatna juga menyampaikan hal tersebut kepada team pemeriksa.

Pada tanggal 18 September 2020, Piyatna mendapatkan Surat Perintah Tugas (SPT) dengan Nomor: 800 / 2673/ UM yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid untuk melaksanakan tugas di bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga.

Akan tetapi pada tanggal 2 Oktober 2020, Piyatna mendapatkan panggilan ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, dan di berikan surat pemberhentian sebagai ASN.

"Bagi saya ini adalah keputusan yang kurang adil. Ada banyak kasus yang lebih parah dari saya, tetapi tidak sampai mendapatkan sanksi pemecatan. " ujarnya kecewa.

Selanjutnya Antonius Piyatna menyatakan tetap akan berjuang untuk mendapatkan pekerjaanya lagi, dengan menggagal kan surat keputusan tersebut.

" Saya ada pemikiran untuk melangkah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) supaya surat keputusan pemberhentian tersebut dapat di anulir." Pungkasnya.

Eka Wahyu

Tidak ada komentar