Breaking News

Digrebek Warga Saat Beduaan Di Dalam Rumah, Pensiunan PNS Terkena Sanksi Adat

Nglipar,(Suaragunungkidul.net)--Seorang pensiunan PNS yang diketahui berinisial P (60) warga Padukuhan Perbutan, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar digrebek oleh warga saat berduaan dengan Y (45) warga Padukuhan Buyutan,  Kalurahan Watusigar Kepanewon Ngawen. Keduanya pasangan bukan suami istri ini digrebek oleh warga Padukuhan Perbutan karena diduga melakukan perselingkuhan. 

P dan Y diketahui sudah berkeluarga ini akhirnya mendapatkan sanksi adat dari warga masyarakat membayar denda berupa 50 rit batu untuk pembangunan jalan Padukuhan. 

Informasi yang berhasil dihimpun,  peristiwa penggrebekan dua pasangan bukan suami istri itu terjadi pada Seminggu yang lalu. Y mendatangi rumah P menggunakan sepeda motor ketika rumah yang bersangkutan sedang sepi. Peristiwa tersebut rupanya diketahui oleh warga dan tokoh Karang Taruna sehingga mereka kemudian melakukan pemantauan di sekitar lokasi. 

"Kami curiga karena sepeda motor milik Y dimasukan ke dalam rumah, setelah itu pintunya ditutup rapat, "ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya,  Selasa (13/10/2020).

Setelah keluar dari rumah P,  beberapa saat kemuduan Y ditangkap oleh warga dan diinterogasi tentang apa yang mereka lakukan didalam rumah. Keduanya baik P dan Y akhirnya mengakui perbuatan terlarang itu dan berjanji tidak akan mengulanginya. 

"Keduanya terkena sanksi denda sejumlah Rp 10 juta. Namun warga geram dan marah lantaran keduanya justru mengaku bahwa telah diperas oleh warga Padukuhan Perbutan. Akhirnya pada Selasa siang (13/10/2020) dilaksanakan pertemuan di balai Padukuhan Perbutan, "imbuhnya. 

Disaksikan oleh tokoh dari Kalurahan Katongan dan Watusigar serta Kepolisian,  warga masyarakat yang terlanjur emosi meminta klarifikasi terkait pengakuan P dan Y perihal pengakuannya telah diperas oleh warga Padukuhan Perbutan. 

"Pernyataan keduanya akhirnya dicabut. Kedua belah pihak kemudian disepakati terkena denda membelikan batu sebanyak 50 rit yang akan digunakan untuk pembangunan jalan Padukuhan, "terangnya.

Tidak ada komentar