Breaking News

Lahan Pertanian Tergenang Lumpur Dari Proyek JJLS, Warga Khawatir Gagal Panen.

Rongkop, (gunungkidulsuara.com)--Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir membuat lumpur dari proyek Pengerjaan pembangunan Jaringan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di Kapanewon Rongkop menggenangi lahan pertanian. Salah satunnya dibeberapa lahan milik warga Padukuhan Semampir, Kalurahan Semugih Kepanewon Rongkop. 

Para petani khawatir akibat lumpur dari proyek pembangunan mega proyek JJLS menyebabkan gagal panen. 

Seperti dikemukakan oleh Eka Yuananingsih warga Padukuhan Pringombo C, Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, salah satu pemilik lahan pertanian miliknya yang sudah di tanami bibit jagung tergenang lumpur mega proyek JJLS.

"Lahan saya tergenang lumpur saat hujan kemaren, padahal ladang sudah saya tanami jagung,"katanya, Jumat (30/10/2020)

Eka menambahkan bahwa saat ini dia terpaksa mmeminta bantuan tenaga pertanian untuk membantu membersihkan lumpur yang masih menutup gorong-gorong.

"Saya terpaksa membayar tukang untuk membersihkan sumbatan di gorong-gorong tersebut, agar lumpur tak mengalir ke lahan saya lagi," imbuh Eka

Proyek dalam pembangunan JJLS tersebut dinilai bertanggung jawab atas adanya lumpur yang mengalir ke ladang sehingga merugikan petani setempat. Pasalnya gorong- gorong yang di buat belum efektif untuk mengalirkan air ketika hujan turun.

"Pembangunan gorong-gorong yang dibuat terlalu kecil dan itupun tertutup oleh lumpur, sehingga saat hujan turun air membawa lumpur tersebut masuk ke lahan pertanian warga," ungkap Eka dengan nada kesal.

Dikhawatirkan bila tidak segera di sikapi kondisi tersebut akan berdampak bagi produksi hasil pertanian yang di kelola warga saat ini.

Dan warga berharap, pihak proyek mau membuat talut baru yang lebih besar, sehingga kedepan tidak ada lagi pihak yang dirugikan seperti yang dialami saat ini.

"Sebagai seorang petani yang hanya satu tahun sekali panen, saya khawatir taun ini akan mengalami gagal panen, jika maslah ini tidak segera di sikapi," pungkasnya.

Eka Wahyu/Bandung

Tidak ada komentar