Breaking News

Mengidap Penyakit Mioma, Ngatirah Hanya Bisa Terbaring Lemah Di Tempat Tidur


Karangmojo, (suaragunungkidul.net)--Ngatirah warga Padukuhan Grogol 5, Kalurahan Bejiharjo,  Kepanewon Karangmojo hanya bisa terkulai lemah di tempat tidurnya.  Wanita berusia 42 tahun itu mengidap penyakit Mioma atau daging tumbuh non kanker dalam rahim yang dapat muncul selama tahun - tahun masa subur seorang wanita. Lantaran tidak dapat beraktifitas secara sempurna,  Ngatirah menggantungkan hidup kepada sang suami yakni Mudiyono (45). 

Ketika ditemui dirumahnya,  Mudiyono mengutarakan perihal musibah yang dialami bersama istri tercibtanya.  Di dalam sebuah gubuk kecil berdindingkan anyaman bambu itu Mudiyono bercerita bahwa,  istrinya telah menderita penyakit Mioma tersebut pada tahun 2019 lalu. 

"Sudah dilakukan operasi untuk mengangkat daging tumbuh di dalam rahim istri saya. Ini kali kefua operasi karena pasca operasi pertama ternyata tumbuh lagi, "ujar Mudiyono kepada suaragunungkidul.com, Sabtu (10/10/2020).

Dalam kehidupan sehari - hari keluarga Mudiyono dapat diketagorikan sebagai warga masyarakat kurang mampu atau ekonomi lemah. Rumah yang ditinggalinya jauh dari kata layak, dinding rumahnya hanya dikelilingi oleh anyaman bambu reot. Jika musim penghujan tiba,  otomatis pasangan suami istri itu tidak bisa tidur nyenyak karena anyaman bambu yang sudah termakan rayap itu tak bisa menahan terpaan angin malam. 

"Anak saya sudah meninggal dunia karena sakit jantung. Dalam setahun tetakhir memang tidak fokus bekerja karena mengurus istri,"katanya. 

Walaupun sudah tercover dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun untuk pengobatan istrinya tanggunggan biaya tebus obat dan transportasi harus ditanggung mandiri.

"Setiap hari harus kontrol ke Puskesmas untuk mengecek perban bekas luka pasca dilakukannya operasi, "imbuhnya. 

Sebagai tulang punggung keluarga Mudiyono yang berprofesi sebagai pemandu Goa Pindul masih merasa kesulitan untuk mencukupi hidupnya. Apalagi saat ini kondisi pandemi Covid-19 hampir kawasan wisata sepi membuat Mudiyono banyak menganggur. 

"Kalau saya bekerja otomatis tidak ada yang mengurus istri saya dirumah, "keluh Mudiyono. 

Diapun hanya bisa pasrah atas cobaan yang dialami bersama istrinya. Dalam benak Mudiyono,  harapan terbesar adalah istrinya bisa sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala.

Tidak ada komentar