Breaking News

Sempat Ditolak Warga Karena Alasan Domisili, Dukuh Widoro Tetap dilantik

Girisubo, (gunungkidulsuara.com)--Sejumlah 3 Dukuh baru di Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, dilantik di Balai Kelurahan Balong pada Kamis, (22/10/2020). 
Meskipun sudah dilantik,  sebelumnya terjadi polemik karena terjadi penolakan oleh Warga Padukuhan Widoro dimana Dukuh yang dinyatakan lolos yakni Rahmat Abdul Ayis bukanlah warga Widoro,  melainkan berbeda Padukuhan di limgkup Padukuhan Balong. 

Lurah Balong, Sumarjo melantik ke 3 Dukuh tersebut dan disaksikan oleh perwakilan warga masyarakat Balong, dan Forum Komunikasi Pimpinan Kepanewon. Lurah melantik Vicky Asfian sebagai Dukuh Ngrombo 1, Arif Sumarwan sebagai Dukuh Kasihan, dan Rohmad Abdul Ayis sebagai Dukuh Widoro.

Lurah Balong Sumarjo menyebut walaupun ada penolakan warga namun dalam mekanisme pengisian Dukuh tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

"Dalam hal ini panitia sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan yang ada, bahwa yang berhak mencalonkan diri adalah warga negara Indonesia,"kata Sumarjo. 

Dalam kesempatan yang sama Plt Panewu Girisubo, Agung Danarta, memberikan selamat kepada tiga Dukuh yang telah dinyatakan lolos seleksi beberpa waktu lalu (8/10/2020). 

"Sekarang Dukuh-Dukuh baru ini akan menjadi bagian dari pamong kalurahan Balong,"ungkapnya.

Agung berharap nantinya Dukuh terlantik akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan pemerintahan, dan mampu meningkatkan perekonomian dengan menggali potensi yang ada di wilayah masing - masing.

Meskipun acara pelantikan tersebut berjalan dengan aman dan lancar, namun warga di Padukahan Widoro yang saat acara ujian seleksi beberapa waktu lalu sempat menggalang aksi tanda tangan untuk menolak pencalonan Dukuh dari luar wilayah padukahan setempat masih merasa kurang puas.

Salah satu warga dari Padukuhan Widoro Hn mengatakan bahwa, dari panitia pernah mensosialisasikan bahwa akan ada perpanjangan waktu 3 bulan untuk pengisian Dukuh, bila tidak ada warga yang mencalonkan diri. Akan tetapi perpanjangan waktu tersebut tidak terealisasi. 

"Tiba-tiba ada nama yang mencalonkan dari luar wilayah, sedangkan salah satu warga Widoro sebenarnya ada yang akan mencalonkan diri," ungkapnya

Terdapat sebanyak 80 warga Padukuhan Widoro yang sudah menyatakan menolak dengan membubuhkan tanda tangan.

Tidak ada komentar