Breaking News

Tanggapan Empat Pasangan Cabup - Cawabup Terkait Naiknya Retribusi Pasar

Wonosari, (suaragunungkidul.net)--Kenaikan tarif retribusi pasar menjadi sorotan berbagai pihak tak terkecuali oara kandidat paslon Cabup - Casabup Gunungkidul yang bakal berlaga pada pilkada tahun 2020. Hal tersebut menjadi polemik lantaran kenaikan tetjadi ditengah - tengah kondisi Covid-19 saat ekonomi masyarakat menurun tajam. 

Tidak ketinggalan para calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Gunungkidul, tanggapan yang disampaikan oleh pasangan calon beragam ada yang kurang pas karena pandemi Covid-19 dan juga ada yang enggan menanggapi hal tersebut. Cabup nomor urut 2 Imawan Wahyudi memilih irit bicara. 

"Dulu sudah saya jelaskan kepada wartawan dan saya tetap akan sama seperti yang sudah saya jelaskan, lagi pula saya masih bagian dari pemerintah sehingga tidak atis untuk menanggapi," terang Imawan saat ditemui di sela - sela kegiatan sosialisasi kepada masyarakat (16/07/2020).

Berbeda dengan Imawan Wahyudi, Cabup yang diusung PDI Perjuangan Bambang Wisnu Handoyo menyarankan pemerintah agar menunda kenaikan retribusi. Pihaknya menilai kenaikan tersebut kurang pas karena ditengah - tengah kondisi ekonomi rakyat yang kocar - kacir.

"Seyogyanya ditunda bahkan lebih baik di batalkan kenaikan tersebut, dapat kita lihat saat ini perekonomian kita sedang tergoncang seharusnya pemerintah daerah berfikir untuk lebih mengurangi beban hidup masyarakat," Ujar mantan kepala BPKA DIY itu. 

Cawabup nomor urut 1 Mahmud Ardi Widanto juga menyayangkan nekatnya Pemda yang menaikan retribusi pasar dan kebersihan di tengah - tengah pandemi covid-19. Menurut Ardi Pemda Gunungkidul seharusnya tidak menaikan lebih dulu bahkan kalau bisa dibatalkan.

"Kenapa pemerintah ngotot menaikan retribusi di tengah - tengah pandemi, seharusnya ditunda dulu bahkan kalau bisa di batalkan kasian masyarakat saat ini sedang merasakan efek dari pandemi ini," tetmrangnya.

Cawabup nomor urut 4 Heri Susanto saat ditanya terkait kenaikan retribusi pasar menyayangkan bahwa langkah pemerintah kurang tepat.  Apalagi saat kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung. 

"Sayang saja langkah yang dilambil pemerintah waktunya kurang tepat karena saat ini masyarakat sedang merasakan dampak dari pandemi covid-19," singkat Heri Susanto.

Tidak ada komentar