Breaking News

Order Menurun Dratis, UMKM Mertelu Berhenti Produksi

Gedangsari,(gunungkidulsuara.com)-- Dampak pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak kurang lebih 10 bulan terakhir membuat banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalami kesulitan. Omzet para UKM menurun drastis,  seperti yang dialami oleh Tugiman warga Kalurahan Mertelu,  Kepanewon Gedangsari yang memproduksi banana quen (olahan pisang).

Ditemui dirumahnya, Tugiman mengatakan bahwa saat ini orderan banana queen miliknya mengalami penurunan drastis. Menurutnya saat ini yang dia lakukan hanyalah bertahan agar usahanya masih tetap berjalan.

"Untuk mengurangi beban biaya operasional produksinya kami kurangi dan para pekerja harus bergantian. Sejak 10 bulan lalu order menurun dratis, bahkan order dari beberapa daerah terhenti,"keluhnya,  Kamis (19/11/2020).

Tugiman mengatakan, sebelum pandemi terjadi sdbelumnya setiap bulan dia pasti kekurangan bahan baku. Banyaknya order yang masuk menjadikan omzet Banana Queen mikiknya terjual ke beberapa daerah. 

"Tapi memang pandemi ini mematikan berbagai sektor usaha,  termasuk UKM ini.  Walaupun berbagai promosi kami lakukan namun hasilnya memang belum maksimal, "terangnya. 

Menurutnya,  Banana quen sudah banyak dikenal orang bahkan sampai luar daerah karena harga promo yang ditawarkan cukup murah yakni dengan harga kisaran Rp 9000 - 10.000 per bungkus.  Tugiman berharap kepada pemerintah agar diperhatikan agar pengusaha kecil seperti dirinya bisa tetap bertahan dan masyarakat yang ikut bekerja pada dirinya tidak terdampak, ekonomi warga tidak sampai ke titik nol.  

"Kepada pemerintah kami harap pengusaha - pengusaha kecil lebih diperhatikan, syukur - syukur ada fasilitas bantuan agar para pekerja tidak ikut teedampak," pungkasnya.

Tidak ada komentar