Breaking News

Penyakit Batu Ginjal Akan Menjadi Komplikasi Bila Tidak Segera di Lakukan Penanganan Dengan Tepat

Wonosari, (gunungkidulsuara.com)--Zat kapur yang terkandung dalam air di wilayah Gunungkidul, ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
Kandungan zat kapur yang masih dalam standar kelayakan air minum maksimal 500 mili/gram. 

Bila air yang mengandung zat kapur dikonsumsi berlebih dalam jangka lama, dan melebihi standar kelayakan air minum, maka akan dipastikan menimbulkan penumpukan dalam tubuh,

Menurut dr. Bobby Arifin spesialis Urologi penumpukan zat kapur dalam tubuh dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada saluran kemih, sehingga akan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.

"Zat kapur tersebut akan mengendap dan membentuk sebuah kristal dan akhirnya akan menjadi sumbatan pada saluran kemih," terangnya, Minggu (01/11/2020).

Penyakit ini di sebut dengan istilah nefrolitiasis (batu ginjal). Batu ginjal atau kencing batu terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Seiring waktu, materi tersebut semakin keras dan menyerupai bentuk batu.

Setiap orang akan beresiko mengalami batu ginjal ini, namun kejadian sering terjadi pada laki-laki.

"Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun," Imbuh dr Spesialis di RSUD Winosari tersebut.

Namun penyakit ini tidak hanya disebabkan oleh adanya penumpukan zat kapur saja, akan tetapi dapat dipicu oleh beragam kondisi, seperti kurang minum air putih, berat badan berlebih, atau akibat efek samping operasi pada organ pencernaan. 

Endapan batu di dalam ginjal bisa  disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Di tambahkan bahwa gejala batu ginjal seringkali baru muncul apabila batu ginjal sudah berukuran besar. Biasanya pasien akan mengalami keluhan nyeri pada pinggang, sakit saat buang air kecil, dan kadang pasien juga mengeluh tidak dapat buang air kecil. Untuk itu perlu dilakukan pemerikasaan lanoratoium atau USG. 

Dalam mengobati kencing batu tersebut berbeda-beda, tergantung dari kondisi pasien. Dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, prosedur tindakan untuk memecah batu ginjal (ureteroskopi), dan bisa juga sampai dilakukan pembedahan.

"Apabila tidak segera di tangani, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, seperti luka pada saluran kencing, pendarahan, hingga infeksi yang dapat menyebabkan ginjal mengalami pembengkakan (hidronefrosis),"terangnya. 

Untuk mencegahan penyakit batu ginjal ini masyarakat dianjurkan untuk  minum air putih   yang cukup, sekitar 2-3 liter per hari, sering berolah raga, dan berusaha agar tidak sering menahan kencing. Dan Apabila ada keluhan dapat periksa ke dokter.

Eka Wahyu

Tidak ada komentar