Breaking News

Rusak Parah Lantaran Kualitas Urug Jelek, Lurah Katongan Minta Jembatan Jeruk Legi Dibongkar Total

Nglipar, (gunungkidulsuara.com)--Jembatan Jeruk Legi yang berada di Kalurahan Katongan,  Kepanewon Nglipar mebgalami kerusakan parah. Rusaknya jembatan yang dibangun belum lama itu disinyalir karena kualitas urug yang tidak sesuai standar. 

Kondisi rusaknya jembatan yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai miliaran itu membuat Lurah Katongan, Kepanewon Nglipar Jumawan merasa berang. Mewakili warga masyarakat Kalurahan Katongan pihaknya meminta jembatan dibongkar total untuk segera dilakukan perbaikan. 

Jumawan meminta agar peresmian jembatan tersebut dilakukan penundaan terlebih dahulu. Sebagai pemangku wikayah sebelumnya Jumawan telah mewanti - wanti dari awal agar rekanan melakukan pembangunan sesuai kwalitas yang ditentukan. 

"Dari awal sudah saya ingatkan. Kami mengharapkan di bongkar total, kalau kualitasnya bagus tentu daya gunanya lama sehingga masyarakat akan puas. 

Pihaknya meminta agar peresmian jembatan Jeruk Legi agar dilakukan penundaan terlebih dahulu. Permintaan penundaan tersebut aka disampaikan oleh Jumawan melalui surat resmi yang akan dikirim ke Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

"Khusus jembatan Jeruk Legi saya berharap agar tidak diresmikan dulu, "imbuhnya. 

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul edy Basuki mengatakan,  kerusakan jembatan tersebut saat ini masih menjadi tanggungjawab rekanan. Pihaknya pun meminta agar kerusakan tersebut segera dilakukan perbaikan. 

"Itu masih tanggung jawab rekanan, kami minta diperbaiki hingga sempurna,"kata Edy. 

Didapat informasi bahwa dalam pelaksanaannya proyek pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh PT. Telaga Pasir Kuta. Proses pelaksanaan pembangunan itu diawasi langsung oleh konsultan pengawas CV. Bangun Cipta Persada. Proyek tersebut dikerjakan selama 140 hari kalender dengan nomor kontrak 04./SP/KONST./RR-BPBD/2020 tertanggal 8 Mei 2020.
Dana pembangunan jembatan Jeruk Legi itu menggunakan dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp 12 miliar.

Tidak ada komentar